Selasa, 12 Oktober 2010
Belajar Moral dari Petualangan Harry Potter
Sangat menarik Rowling menciptakan sebuah dunia sihir yang penuh makhluk-makhluk imajinatif dari sejarah, legenda, dan mitos, melambungkan fantasi murni anak-anak dan memperkaya imajinasi orang dewasa. Selain itu Rowling tidak hanya melukiskan citra fantastis, tetapi juga citra yang familier dengan keseharian pembaca. Penceritaan Rowling tentang kehidupan murid-murid sekolah Hogwarts, kompetisi antar sekolah Turnamen Internasional Triwizard, peristiwa Piala Dunia Quidditch, kegiatan belanja di Diagon Alley dan Hogshead, begitu mirip dengan dunia pembaca.
Yang lebih menarik, Edmund M. Kern menyajikan pandangannya tentang kehebohan novel Harry Potter tidak hanya dalam segi naratif cerita namun juga pelajaran moral yang tersirat di dalamnya.
Dia membedah keunikan karakter-karakter dalam Harry Potter yang mempunyai sejarah masa lalu menarik dan terus membentuk kehidupan mereka di masa kini. Setiap karakter memiliki pengaruh masa lalu, mengingatnya, kemudian dengan sadar menghadapi masa depan. Harry tidak hanya mewujudkan kebijakan banyak pahlawan seperti Superman atau Batman, tetapi juga memberi perbaikan lewat kesadaran besar akan pilihan, empati, dan tanggung jawab yang ada karena pengetahuan baru. Sebagai pahlawan dalam proses, Harry mendidik dirinya sendiri seperti halnya orang lain menuntunnya.
Adanya makhluk-makhluk legendaris magis yang digunakan, menunjukkan cara Rowling menyampaikan pelajaran moral yang penting dengan simbol. Grindylow, hinkypunk, kappa, pixy, poltergeist, red cap merupakan simbol kesulitan dan bahaya hidup setiap manusia, namun mereka mudah diatasi jika kita sabar dan cerdas menganggap semua itu hanya gangguan kecil. Boggart adalah penganggu yang mengambil bentuk yang paling ditakuti lawannya dan bisa dikalahkan dengan tawa. Itu menandakan yang paling ditakuti setiap manusia adalah rasa takut itu sendiri. Hipogriff meski buas dan tidak menyukai manusia, bisa jinak jika calon penunggang bisa dipercaya.
Kepercayaan dan usaha diri untuk maju adalah inti moral yang hendak disampaikan. Harry Potter bukanlah tokoh pahlawan terpilih yang dipaksa memasuki pertarungan melawan yang jahat. Namun dia adalah pahlawan yang telah dipersiapkan melawan kesulitan-kesulitan yang akan menjemputnya. Dia bukan pahlawan legendaris seperti Raja Arthur yang dalam waktu singkat memenuhi ramalan ketika dia akhirnya berhasil mencabut pedang Excalibur dari sebuah batu di mana tidak ada seorang pun berhasil melakukannya. Harry Potter harus jungkir balik untuk memenuhi ramalan yang dibuat tentang kehebatannya.
Harry Potter adalah seorang anak remaja yang beranjak dewasa, seperti para pembaca juga. Dia harus menanggung penderitaan yang cukup menyakitkan ketika dia menjadi bulan-bulanan di sekolah atau ketika dia sadar bahwa keberuntungan sematalah yang selama ini melindunginya dari kejahatan penyihir hitam Lord Voldemort. Hingga dia membutuhkan waktu enam tahun berdarah untuk menyadari arti bertambah dewasa, bertambah pula rasa sakit. Sebuah nilai moral yang tampak sepele namun banyak dilupakan.
Selain itu perebutan kekuasaan antar golongan muncul sebagai persoalan inti dalam novel Harry Potter. Golongan penyihir hitam Lord Voldemort hendak menggunakan kekuasaan itu untuk mendirikan dinasti pure-blood. Sedangkan golongan lainnya hendak mencegah kekuasaan jatuh ke tangan yang salah. Jika ditinjau keadaan masyarakat dunia, peristiwa berdarah yang melibatkan kebencian antar kelompok sering kita jumpai. Sebut saja Hitler yang pernah memburu kaum yahudi dari tanah kekuasaannya, kemalangan suku Kurdi di Iraq dan tak luput pula peristiwa Sampit, Poso, GAM di tanah air kita.
Dalam titik ini, penyimpangan moral Lord Voldemort, mengajak pembaca untuk mengamati perilaku pemimpin dunia yang secara sadar menginjak-injak hak asasi bangsa lain berdasar kebencian chauvinisme namun bersembunyi dalam kedok perdamaian. Dalam buku ini, penulis dengan apik mengombinasikan unsur moral yang di tulis Rowling melalui kaca mata sejarah, legenda, dan mitos. Sehingga anak-anak dapat mendorong imajinasi mereka bekerja dan realistis memandang dunia. Tak berlebihan jika buku ini dapat dikategorikan sebagai pedoman baru yang berguna bagi orangtua untuk mendiskusikan pengertian moral dalam novel Harry Potter dengan anak mereka. (*)
(Sumber : berbagai sumber
Diposting oleh Abdhi Wae di 00.26 0 komentar
Moto Hidup

Diposting oleh Abdhi Wae di 00.09 0 komentar
Senin, 11 Oktober 2010
DUA KEINGINAN
Diposting oleh Abdhi Wae di 23.59 0 komentar
Senin, 27 September 2010
Bayi Bertuliskan Tulisan Ayat Al-Qur'an
MOSKOW - Ali Yakubov, seorang bayi yangberusia sembilan bulan, menghebohkan Rusia karena kulitnya bertuliskan ayat suci Alquran dan membuat dokter yang merawatnya punkeheranan.
Orangtua Yakubov sejak awal sudah terkejut dengan tanda-tanda tulisan ayat suci Alquran tersebut. Mereka melihat tulisan Allah pada kulit putra mereka setelah kelahirannya. Tulisan Allah dalam huruf Arab tersebut terletak di punggung, lengan, kaki, dan perut. Para ahli kesehatan tidak mampu menjelaskan kondisi misterius tersebut.
Namun,mereka menegaskan bahwa tulisan tersebut bukanlah buatan manusia. Ibu Yakubov, Madinam engungkapkan bahwa dia dan suaminya bukanlah orang yang religius hingga tulisan Allah tersebut muncul di kulit putranya. Awalnya mereka pun tidak menunjukkan tanda-tanda kebesaran Allah tersebut kepada orang lain, kecuali dokter pribadi mereka.
Madina mengaku, ayat-ayat suci Alquran muncul pertama kali pascakelahiran. Namun, dengan dimulainya bulan Ramadan, tulisan ayat-ayat itu mulai menghilang. "Normalnya, tanda-tanda itu muncul sebanyak dua kali dalam satu pekan pada Senin dan malam antara Kamis dan Jumat," paparnya. "Ali (Yakubov) selalu merasa resah ketika tulisan Allah itu muncul. Dia menangis dan suhu badannya naik," imbuh Madina.
Sementara seorang imam lokal, Abdulla,mengatakan bahwa dalam Alquran dikatakan, sebelum akhir zaman datang, akan muncul orang-orang dengan ayat-ayat kitab suci di tubuh mereka berdasarkan Surat Fushshilat ayat 53.
Ludmila Luss, seorang dokter setempat, percaya bahwa ayat suci Alquran itu kemungkinan besar akibat efek iritasi, seperti lada dan garam, atau obat-obatan, yang memicu peradangan kulit dan meninggalkan jejak merah berbentuk huruf Arab
Diposting oleh Abdhi Wae di 22.28 0 komentar
Minggu, 26 September 2010
Mengedit dengan Gaya Reduksi
Berasal dari bahasa Latin tautologia.
Kata atau frasa yang mengulang suatu makna dengan kata berbeda. Jika kata yang merupakan pengulangan arti itu dihilangkan, arti frasa atau kalimat tidak berubah.
Pemikir lain barangkali memikirkan soal kebangsaan saja.
Ini muka penuh luka siapa punya.
Diposting oleh Abdhi Wae di 23.06 0 komentar
Rabu, 25 Agustus 2010
Sahur dan Keutamaannya
Dari Amr bin 'Ash radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur". (HR Muslim (1096)).
Dari Salman radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Barokah ada pada tiga perkara : Jama'ah, Tsarid dan makan sahur." (HR. Thabrani dalam "Al-Kabir" (6127), Abu Nu'aim pada "Dzikru Akhbari Ashbahan" (1/57))
Dan dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Sesungguhnya Allah menjadikan barakah itu pada makan shaur dan kiloan". (HR. Asy-Syirasy (Al-Alqab) sebagaimana dalam (Jami'as Shaghir) (1715) dan Al-Khatib (Al-Muwaddih) (1/263) dari Abi Hurairah dengan sanad yang lalu. Hadits ini HASAN)
Dari Abdullah bin Al-Harits dari seorang sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam : Aku masuk menemui Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam ketika dia makan sahur beliau berkata (yang artinya): "Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan". (HR Nasa'I (4/145) dan Ahmad (5/270) sanadnya SHAHIH).
Keberadaan sahur sebagai barokah sangatlah jelas, karena dengan makan sahur berarti mengikuti sunnah, menguatkan dalam puasa, menambah semangat untuk menambah puasa, karena merasa ringan orang yang puasa, dalam makan sahur juga menyelisihi Ahlul Kitab karena mereka tidak melakukan makan sahur. Oleh karena itu Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wasallam menamainya makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al-Irbath bin Sariyah dan Abi Darda' radhiallahu 'anhuma "Marilah menuju makan pagi yang diberkahi : yakni sahur." (hadits Al-Irbath: diriwayatkan oleh Ahmad (4/126) dan Abu Daud (2/303)).
Mungkin barokah sahur terbesar adalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat- Nya, malaikat Allah memintakan ampunan bagi mereka, berdo'a kepada Allah agar memaafkan mereka, agar mereka termasuk orang-orang yang dibebaskan oleh Allah di bulan Ramadhan.
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu 'anhu Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Sahur itu makanan yang barokah, janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan malaikat- Nya bershalawat kepada orang-orang yg sahur."
Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya tidak menyia-nyiakan pahala yang besar ini dari Rabb yang Maha Pengasih. Dan sahurnya seorang mukmin yang paling afdhal adalah korma.
Bersabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah korma." (HR Abu Daud (2/303), Ibnu Hibban (223) Baihaqi (4/237)).
Barangsiapa yang tidak menemukan korma, hendaknya bersungguh-sungguh untuk berbuka walau hanya dengan meneguk satu teguk air, karena fadhilah (keutamaan) yang disebutkan tadi, dan karena sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam (yang artinya): "Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air."
Mengakhirkan sahur.
Disunnahkan mengakhirkan sahur sesaat sebelum fajar, karena Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu melakukan sahur, ketika selesai makan sahur Nabi Shalallahu 'Alaihi wasallam bangkit untuk shalat subuh, dan jarak (selang waktu) antara sahur dan masuknya shalat kira-kira lamanya seseorang membaca lima puluh ayat di kitabullah.
Anas radhiallahu 'anhu meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu: "Kami makan sahur bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Beliau menjawab: "Kira-kira 50 ayat membaca Al-Qur'an." (HR. Bukhori (4/118), Muslim (1097)).
Ketahuilah wahai hamba Allah –mudah-mudahan Allah membimbingmu- kamu diperbolehkan makan, minum, dan jima' selama ragu telah terbit fajar atau belum, dan Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan batasan-batasannya, hingga jelaslah sudah, karena Allah Jalla Sya'nuhu memaafkan kesalahan, kelupaan, serta membolehkan makan, minum dan jima' ada penjelasan, sedangkan orang ragu belum mendapat penjelasan. Sesungguhnya kejelasan adalah satu keyakinan yang tidak ada keraguan lagi, jelaslah.
Sumber: sifat shaum nabi, versi chm karya syeikh salim alhilali dan syeikh ali hasan al halaaby
Diposting oleh Abdhi Wae di 02.04 0 komentar
Yang Boleh Dilakukan Oleh Orang Yang Puasa
Seorang hamba yang taat yang faham Al-Qur'an dan sunnah tidak ragu bahwa Allah menginginkan kemudahan bagi hambanya dan tidak menginginkan kesulitan. Allah dan Rasul-Nya telah membolehkan beberapa hal bagi orang yang puasa, dan tidak menganggapnya suatu kesalahan jika mengamalkannya, Inilah perbuatan-perbuatan tersebut beserta dalil-dalilnya :
1. Seorang yang puasa dibolehkan memasuki waktu subuh dalam keadaan junub.
Diantara perbuatannya Shalallahu 'alaihi wasallam masuk fajar dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, beliau mandi setelah fajar kemudian shalat.
Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiallahu 'anhuma (yang artinya): "Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam memasuki waktu subuh dalam keadaan junub karena jima' dengan istrinya, kemudian ia mandi dan berpuasa." (HR. Bukhori (4/123), Muslim (1109))
2. Seorang yang puasa boleh bersiwak
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "Kalaulah tidak memberatkan umatku niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu". (HR. Bukhori (2/311), Muslim (252))
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam tidak mengkhususkan orang yang puasa ataupun yang lainnya, ini sebagai dalil bahwa siwak bagi orang yang puasa dan lainnya ketika setiap wudhu dan shalat. (Inilah pendapat Bukhori rahimahullah, demikian pula Ibnu Khuzaimah dan selain keduanya. Lihat (Fathul Bari) (4/158) (shahih Ibnu khuzaimah) (3/247) (Syarhus Sunnah) (6/298)).
Demikian pula hal ini umum di seluruh waktu sebelum zawal (tergelincir matahari) atau setelahnya. Wallahu a'lam.
3. Berkumur-kumur dan memasukan air ke hidung.
Karena Beliau Shalallahu 'alaihi wasallam berkumur dan beristinsyaq dalam keadaan puasa, tetapi melarang orang yang berpuasa berlebihan ketika istinsyaq (memasukan air ke hidung) Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda (yang artinya): "…..bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq kecuali dalam keadaan puasa." (HR. Tirmidzi (3/146), Abu Daud (2/308), Ahmad (4/32), Ibnu Abi Syaibah (3/101), Ibnu majah (407), An-Nasa'I (no. 87) dari Laqith bin Shabrah sanadnya SHAHIH)
4. Bercengkrama dan mencium istri.
Aisyah radhiallahu 'anha pernah berkata: "Rasulullah mencium dalam keadaan puasa dan bercengakrama dalam keadaan puasa, akan tetapi beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri." (HR Bukhori (4/131), Muslim (1106)).
Seorang pemuda dimakruhkan berbuat demikian, Abdullah bin Amr bin 'Ash berkata: "Kami pernah berada di sisi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam : Datanglah seorang pemuda seraya berkata: "Ya Rasulallah bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa ? Beliau menjawab:"Tidak", datang pula seorang yang sudah tua dia berkata:"Ya Rasulullah: Bolehkah aku mencium dalam keadaan puasa? Beliau menjawab: “Ya” ; sebagian kamipun memandang kepada teman-temannya, maka Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): “Sesungguhnya orang tua bisa menahan dirinya.” (HR Ahmad (2/185, 221)).
5. Mengeluarkan darah, suntikan yang tidak mengandung makanan.
Semua ini, suntikan yang tidak mengandung makanan bukan pembatal puasa. Yang membatalkannya adalah jika suntikan mengandung makanan. Lihat pada pembahasan di halaman Suntikan Yang Mengandung Makanan
berikut halaman yang dimaksud
[ Suntikan Yang Mengandung Makanan
Yaitu menyalurkan zat makanan ke perut dengan maksud memberi makanan bagi orang yang sakit. Suntikan seperti ini membatalkan puasa, karena memasukkan makanan kepada orang yang puasa. Adapun jika suntikan tersebut tidak sampai kepada perut tetapi hanya ke darah, maka inipun juga membatalkan puasa, karena cairan tersebut kedudukannya menggantikan kedudukan makanan dan minuman. Kebanyakan orang yang pingsan dalam jangka waktu yang lama diberikan makanan dengan cara seperti ini, seperti jauluz dan salayin, demikian pula yang dipakai oleh sebagian orang yang sakit asma, inipun membatalkan puasa.]
6. Berbekam
Dulu bekam merupakan salah satu pembatal wudhu, kemudian dihapus, telah ada hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bahwa beliau berbekam ketika puasa, berdasaarkan satu riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma: “Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berbekam dalam keadaan puasa.” (HR. Bukhari (4/155 - Fath), lihat “Nasikhul hadits wa mansukhuhu” (334-338) karya Ibnu Syakin)
7. Mencicipi makanan
Ini dibatasi selama tidak sampai tenggorokan, karena riwayat dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma: “Tidak mengapa mencicipi sayur atau sesuatu yang lain dalam keadaaan puasa selama tidak sampai ke tenggorokan.” (HR. Bukhari secara muallaq (4/154-fath), dimaushulkan Ibnu Abi Syaibah (3/47), Baihaqi (4/261) dari dua jalannya. Hadits hasan, lihat “Taqliqut Taqliq” (3/151-152)).
8. Bercelak dan tetes mata dan lainnya yang masuk ke mata
Benda-benda ini tidak membatalkan puasa, baik rasanya dirasakan di tenggorokan atau tidak, inilah yang dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam risalahnyaa yang bermanfaat “Haqiqatus Shiyam” serta muridnyaa Ibnu Qoyyim dalam kitabnya 'Zaadul Ma'ad”, Imam Bukhari berkata dalam kitab “Shahihnya” : “Anas bin Malik, Hasan Al-Bashri dan Ibrahim An-Nakhai' memandang tidak mengapa bagi yang berpuasa.”
9. Mengguyurkan air dingin ke atas kepalanya dan mandi
Bukhari menyatakan di dalam kitab Shahihnya “Bab mandinya orang yang puasa”, Umar membasahi (membasahi dengan air, untuk mendinginkan badannya karena haus ketika puasa) bajunya kemudian dia memakainya ketika dalam keadaan puasa, As Sya'bi masuk kamar mandi dalam keadaan puasa, Al-Hasan berkata: “Tidak mengapa berkumur-kumur dan memakai air dingin dalam keadaan puasa.”
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mengguyurkan air ke kepalanya dalam keadaan puasa karena haus atau kepanasan,” (HR. Abu Dawud (2365), Ahmad (5/376,380,408,430) sanadnya SHAHIH).
Sumber:Sifat Shaum Nabi, karya syeikh ali hasan al halaaby dan syeikh salim bin ied al hilaly, versi chm-buku digital-.
Diposting oleh Abdhi Wae di 02.00 0 komentar


